tak henti bersabar, dengan mengacu yg depan
tersenyum, bila satu persatu yg di depan menghilang
tak peduli ada sosok di belakang, hanya saja tak mengganggu ketertiban
langkah demi langkah, maju kedepan
untuk meraih suatu tujuan
membuat diri nyaman pada keadaan
amarahku, diuji saat itu
menganggap diri yang paling benar
jika tujuan itu yang aku inginkan
bila sesuatu yang aku takutkan
mungkin aku lebih nyaman pada akhiran
meski lama kelamaan akan bosan